Akhir pekan dirumah

Bismillah..

Salju sedikit turun hari ini, anak-anak kesenangan .. walau belum banyak tapi sudah cukup lumayan bisa buat hepi.. Salwa Syahma meminta dibuatkan panekuk untuk sarapan hari ini, kembali Salwa yang membantu saya menyiapkannya. Dimulai dari sama-sama menyiapkan bahan-bahan dan alat mixernya, kemudian menakar terigu, susu, air soda dan telurnya. Semuanya dibaca Salwa sehingga dia mulai mengerti tahapan untuk membuatnya.

Ketika adonan sudah tercampur rata, dan harus didiamkan selama 30 menit, Salwa sudah mulai paham dan membantu saya menghitung untuk kapan sudah bisa mulai dimasak. “Ma, sekarang jarum panjang nya di angka 11, berarti nanti kalau jarum panjangnya di angka 5 ya, kita mulai masaknya. Kan katanya 30 menit didiemin dulu. ” kata Salwa. Saya pun mengangguk membenarkan.

Ternyata Salwa sedang ingin mencoba memasaknya sendiri, setelah saya contohkan 2 kali dia pun berani mencobanya hingga adonan habis. Alhamdulillah.. Saya pun memujinya dan mengucap syukur karena dia sudah membantu menyiapkan sarapan..

Siang harinya Syahma kembali minta diajak main belajar jam dengan dadu lagi. Nah ternyata kali ini dia mulai terlihat mulai bisa walau masih harus pelan-pelan diingatkan lagi mana jarum pendek untuk jam dan jarum panjang untuk menit. Dari sini saya belajar agar terus untuk mengingatkan anak-anak bahwa pentingnya mengenal waktu terlebih di musim dingin seperti sekarang. Dimana matahari lebih sedikit muncul dan waktu shalat yang berdekatan antara Zuhur, Ashar, Maghrib dan Isya.

Menanamkan keminatan anak-anak dengan matematika memang tidak mudah. Yang jelas saat ini kami membantu mereka jika memang mereka ada yang mulai tidak disuka dari pelajaran matematika, dalam hal ini baru Salwa yang mulai memberi tanda-tanda jika ada yang sulit dia kerjakan dia mulai berasa enggan untuk mengerjakan. Sementara Syahma justru baru mengenal matematika juga di sekolahnya, jadi dia masih menikmati saja. Hanya saja untuk mempelajari seperti membaca jam memang masih jadi peer buat dia. Yang penting tidak bosan belajar bersama yah nak.. Semangat !!

Aachen, 9 Desember 2017

#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs

Iklan

Belajar membuat Agar-agar

Bismillah..

Hari makin mendingin di kota kami.. Anak-anak pun mulai senang mengemil. Jadilah kami membuat cemilan mudah yaitu agar-agar coklat, dibantu dengan anak-anak menyiapkan bahan-bahannya. Bahkan Zubair pun ikut-ikutan membantu loh..bantu makannya.. hehe..

Salwa mencampur bubuk agar dan gula kemudian dibantu saya dengan menambahkan bubuk coklat yang diberi air hangat. Dibantu membaca berapa takaran yang diperlukan, Salwa sudah mulai terbiasa dengan kegiatan yang satu ini. Sementara itu Syahma dan Sa’uda membantu menyiapkan loyangnya dan sedikit mengaduk-aduk agar-agar bergantian.. Loyang kecil yang dibutuhkan sambil dihitung Sa’uda walau masih suka ketinggalan angka 6 dan 9 nya.. Jadi masih suka-suka menghitungnya.. hehe.

Membuat agar-agar ini terbilang mudah, cepat membuatnya dan cepat dihabiskannya.. Jadi rencananya akhir pekan nanti kami mau buat kue kering saja supaya bisa disimpan. Sudah tradisi juga disini membuat berbagai macam jenis kue kering selama musim dingin dan memang menjadi salah satu aktivitas yang baik untuk anak-anak. Sambil belajar membuat adonan kue, belajar mandiri mencetak atau mendekor kue sesuka hati mereka. Ternyata hal ini pun sudah dikerjakan Salwa dan Syahma beberapa hari yang lalu di kegiatan eskulnya sepulang sekolah. Tinggal praktek lagi di rumah akhir pekan yah nak..

Sore ini ada kegiatan di sekolahnya Salwa dan syahma, yang diselenggarakan oleh OGS  (Offene Ganztagsschule) nya mereka. Kegiatan membuat aneka ketrampilan dan mendekor dalam menyambut perayaan Natal. Kegiatan ini bebas dilakukan siap asaja, dan Salwa Syahma pun berminat untuk belajar mendeko kue, membuat lampu hias dari kertas dan gantungan dari gulungan bekas tisu. Dari kegiatan ini anak-anak terlihat harus penuh kesabaran dan ketelatenan dalam belajar membuat sesuatu.

IMAG1066

Aachen, 8 Desember 2017

#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs

Membaca jam dinding dengan angka Romawi

Bismillah..

” Ma, sekarang jam setengah 8 ya ?” tanya Syahma. ” Iya kan jarum pendeknya ada di antara 7 sama 8, ma.. bener ga ya ma?” tambah Salwa.

Oke deh masih lanjut membaca jam dinding nih. Jam dinding yang ada di rumah kebetulan ada dua yang memakai angka Romawi. Salwa yang belum paham angka Romawi hanya mempelajari membacanya dengan kebiasaan membaca jam pada umumnya saja. Saya pikir karena dia sudah mulai ada pelajaran di sekolahnya makanya dia mulai bisa membaca huruf Romawinya. Ternyata belum paham dia.

IMAG1062_1

Pelan-pelan saya kenalkan angka 1-12 dulu seperti yang ada di jam dinding. Hingga Salwa mulai hafal. Lalu dilanjuti lagi dengan memperkenalkan angka Romawi lebih jauh dengan cara mengenalkan angka dasarnya terlebih dahulu. Karena pada dasarnya simbol pada angka Romawi terdiri dari karakter dasar dan karakter kombinasi. Karakter dasar adalah karakter tunggal yang menyatakan suatu bilangan sedangkan karakter kombinasi adalah gabungan dari karakter dasar yang menyatakan satu bilangan. Masing-masing karakter dari angka Romawi merupakan huruf kapital pada alfabet modern (Sumber : Tabel angka Romawi dan penulisannya)

Ini ada tips cara mengenalkan angka Romawi seperti di gambar bawah ini yang saya dapat dari Wiki How.

Memang sekarang tidak begitu banyak penggunaan angka Romawi ini, hanya beberapa saja digunakan sebagai membantu penomoran. Dan berhubung jam tangan atau jam dinding masih ada yang memakai angka ini, jadi tidak ada salahnya anak-anak dikenalkan lagi dengan angka Romawi ini. Dan kemudian dipraktekkan dengan mencoba membaca jam dinding yang ada di rumah dan juga permainan membaca jam.

 

Aachen, 7 Dsember 2017

#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs

 

Plus Minus

Bismillah..

Memahami penambahan dan pengurangan pada hitungan Matematika dasar selama di kelas 1-2 mungkin tak ada masalah. Nah di saat mulai memasuki kelas 3 penambahan dan pengurangan yang sudah mulai ratusan, membuat harus teliti dalam menghitung dan membaca soal.

Inilah yang sedikit menjadi masalah buat Salwa. Yang tadinya mulai semangat kalau mengerjakan matematika, sekarang mulai ada yang tidak disukainya yaitu pengurangan yang ratusan.

Dsini pun kami mencoba mengajak dia untuk memahami betul dulu apa itu pengurangan menurut dia. Dia pun mencoba merangkaikan kata, ” Minus, angka hasilnya lebih kecil, angkanya ada yang diambil” kurang lebih begitu menurutnya. Kemudian kami ajak dia untuk mengerjakan lagi soal yang ada di pekerjaan rumahnya, akhirnya pun dia pelan-pelan dapat mengerjakannya dengan baik. Mengurangi berarti juga memisahkan, misal dari 5  roti yang dimakan 3 roti berarti sisa 2 roti. Hal ini pun mudah diterima Salwa, dan mulai manut untuk mengerjakan pengurangan yang walau jumlahnya sudah ratusan tapi ia mau berusaha. Paling tidak dijadikan alasan untuk tidak suka matematika hanya karena belum paham atau tidak bisa mengerjakannya yah nak.. Latihan terus yaa..

Aachen, 6 Desember 2017

#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs

Mainan Balok Lawas

Bismillah..

Sore ini berlatih menghitung, menyusun warna balok yang sama, menyusun abjad dengan balok plastik yang usianya sudah 3 kali lipatnya Salwa.
Sauda asyik dikenalkan mainan ini, kakaknya pun jadi ikutan bermain ini.
Sauda masih senang menyusun balok secara acak sampai akhirnya dia mulai menemukan gambar yang bisa disusun dari kepala, badan dan kaki.
Ada yang asyik menyusun balok, ada yang asyik bongkar, ada yang ingin mencoba membuat soal penambahan/pengurangan, ada yang mencoba menyebut kata-kata yang ada di balok (karena dengan bahasa Inggris, jadi sekalian belajar bahasa). Alhamdulillah .. mainan yang disimpan lama ini bermanfaat buat anak-anak belajar dan bermain sekarang.. Thanks to you my Mom..sudah bantu menyimpan mainan ini..

Aachen, 5 Desember 2017

#level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs

#Desember2017

Besar dan kecil

Bismillah..

Bermain bersama Sa’uda hari ini sambil membedakan bentuk atau gambar yang kecil ke besar. Sambil melatih motoriknya menulis dengan menyambung titik untuk bentuk lingkaran, kotak, segitiga dan persegi panjang.

p1140494.jpg

Selain itu juga bermain menyusun bola dari besar ke kecil atau sebaliknya.

p1140493.jpg

Ketika haus atau ingin sarapan sereal dengan susu, Sa’uda pun sekarang maunya menuang sendiri, hanya saja terus dipantau supaya tidak terlalu penuh atau diganggu adiknya sehingga tumpah. Jadinya adiknya pun sekarang ada keinginan untuk menuang sendiri juga, hehe.. mamanya dapat tugas ekstra tambahan deh.

#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs

 

Permainan angka jam

Bismillah

P1140487

Bermain dengan angka jam lagi yuk.. Kali ini dengan Salwa juga. Lebih asyik karena sudah ada yang bisa bantuin Syahma kalau belum ada yang bisa dimengerti dalam bermain. Saya kali ini hanya sebagai pengawas saja, belum bergabung karena sedang bermain dengan Zubair.

Dalam bermain angka jam ini, Salwa dan Syahma saling mengejar, dan saya selalu anjurkan agar mereka mau menyebutnya dalam bahasa Indonesia juga. Walau kadang membingungkan buat mereka, tapi ini salah satu misi saya juga agar mereka paham, kalau kami sedang mengingatkan mereka untuk bersiap-siap pergi misalnya, jadi mereka sudah mulai terbiasa dengan bahasa waktu kami. Saat angka menunjukkan pukul 7.45 misalnya, dalam bahasa Jerman bisa disebut 5  vor 8 sementara kalau bahasa sehari-hari kita kan bisa juga disebut pukul 8 kurang 5.

Pengucapan bahasa kadang bisa terbalik-balik, misalnya saja Syahma bertanya dengan bahasa Indonesia pukul berapa sekarang tapi menyebutnya dengan sudah berapa jam sekarang. Terdengar sama tapi artinya bisa berbeda yah.. Disinilah tantangan tambahan buat saya terus mengajarkan susunan kalimat bahasa Indonesia, yang banyak berbeda dengan susunan kalimat dengan bahasa Jerman.

Untuk belajar mengenal angka jam ini, tentu saja bisa terus dipraktekkan dalam kegiatan sehari-hari. Tanpa perlu mengeluarkan mainan ini, anak-anak akan sering terlatih mengenal angka jam. Dengan harapan anak-anak makin kenal waktu kapan mereka harus shalat, istirahat/tidur, berangkat/pulang sekolah, waktu bermain dan sebagainya. Seperti kejadian tadi pagi, Syahma yang sudah siap untuk sekolah lebih awal, terus mengajak Salwa untuk berangkat karena dia khawatir telat untuk sekolah. Tapi Salwa sudah mampu menenangkan adiknya bahwa masih cukup waktunya untuk berangkat 10-1 5 menit lagi. Adiknya pun menunggu, saat papanya membenarkan apa yang dibilang Salwa. Good beginning, kids !

Aachen, 1 Desember 2017

#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs

Membaca jam

Bismillah..

” Ma, sekarang udah jam 8 ya? ” tanya Syahma.

” Belum, masih 20 menit lagi”.. Jawaban saya sambil masih mempersiapkan bekal minuman dan makanannya.

” Ma, sekarang sudah jam 8 kurang 10 menit?” tiba-tiba dia bertanya lagi.

“Hmm, .. ” sambil melirik jam dinding dapur. ” Oh iya bener sekarang Syahma. Pinter deh.. Siap-siap ya kita mo berangkat..” Spontan dalam hati, senang karena kali ini Syahma membaca jamnya lagi betul.

Mengenalkan pukul berapa sekarang, menit dan detik untuk Syahma masih agak sulit sepertinya. Karena terkadang masih juga menanyakan apa itu menit apa itu detik.. Tapi pelan-pelan rupanya dia jadi belajar dari Kakaknya Salwa, jika ingin bersiap pergi ke sekolah selalu melihat dan mencoba membaca jam dinding yang ada di dapur.

Sebenarnya ingin belajar tentang waktu dan membaca jam dinding  ingin saya kenalkan ke Salwa dan Syahma. Berhubung Salwa sedang tidak dirumah beberapa hari ini, jadilah hari ini saya perkenalkan sedikit ke Syahma. Yang mudah saya ajak dengan bermain dengan mainan seperti ular tangga tapi bedanya disini hanya tentang jam. Jadi tiap jalan kita diminta memindahkan jarum jam sesuai dengan angka dadunya.

Belum terlalu lancar tetapi paling tidak dia sudah mulai mengenal dimana jarum panjang yang menunjukkan pukul berapa dan jarum yang pendek menunjukkan menit. Sedangkan jika melihat jam dinding yang didapur Syahma bertanya lagi, “yang jarumnya selalu bergerak itu buat apa ma?” Saya pun menjelaskan itu menunjukkan detiknya, jadi jika jarum itu sudah selesai satu putaran, maka menitnya akan berubah, begitu juga dengan menit, jika sudah satu putaran maka angka jamnya akan berubah.

Bagaimana dengan Sa’uda dan Zubair? Saya masih sambil bermain dengan Sa’uda dan Zubair, melompat dengan hitungan atau masih tebak-tebak berhitung angka 1-5 lagi. Yang menarik Sa’uda mulai menghitung berapa mangkuk plastik yang saya siapkan saat mau buat puding coklat kesukaannya.

Aachen, 30 November 2017

 

#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs

 

Melatih anak berhitung

Bismillah..

Mengajak anak latihan berhitung kali ini dengan permainan yang sudah ada di rumah. Hari ini lagi belum ada persiapan yang matang karena sedang menanti kabar yang buat pikiran jadi susah fokus.. (curcol dikit ya)..

P1140480

Bermain yang walau diganggu si kecil Zubair tapi Alhamdulillah masih bisa berjalan dengan baik. Melatih Syahma dan Sa’uda mengenal angka dan berhitung dengan menyusun puzzle. Sa’uda menghitung dari 1-10 dan Syahma 11-25. Satu permainan bisa dengan dengan dua anak sekaligus, hehe.. Untuk Syahma ternyata tak ada kesulitan, walau dia maunya menyusun secara acak, baru setelah usai dia mau menyusun berurutan. Sedangkan Sa’uda masih lebih mudah diajak mengenal warna, agar memudahkan dia mengenali angka dan gambar dari tiap pasangan Puzzle angka yang sedang ia kerjakan.

P1140476

Sa’uda memulai berhitung 1-5

Memiliki mainan yang terkadang sudah disimpan lama, tapi masih bisa bermanfaat itu jadi merasa tidak bersalah ya. Mainan puzzle ini didapat saat Salwa mau masuk SD, kemudian lama tak dimainkan baru setelah Syahma mau masuk SD saat liburan sempat dimainkan. Nah sekarang ternyata Sa’uda sudah mulai mau diajak bermain ini, jadi masih bermanfaat. Mungkin 1-2 tahun lagi Zubair yang mau mainin ini.. Kalau sekarang hanya direbut dan dimasukkan ke dalam mulutnya.. hehe..

P1140481

Hasil urutan puzzle angka yang dibuat Syahma

Aachen, 29 November 2017

#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs

Menulis Angka dan Huruf

Bismillah..

Hari ini kembali jadi muhasabah diri saya pribadi. Dimana dengan datangnya ujian yang menanti butuh kesabaran, harus dipasrahkan kepada Yang Maha Kuasa, hasilnya moga kami sekeluarga menjadi lebih baik.

Disamping ujian itu, rutinitas harian harus tetap jalan. Mengantarkan Syahma ke sekolah, dan menjemputnya lagi.. Dan hari ini saya kembali diingatkan bahwa Syahma terkadang masih salah arah dalam menuliskan angka atau huruf. Melihat tugas yang dibawa kerumahnya ada catatan kecil dari gurunya agar membetulkan tulisan angka 8 nya, saya jadi tertantang untuk mengajak dia berlatih lagi menulis di rumah. Walau sebenarnya dulu juga dia sudah sering ikut-ikutan menulis angka dan huruf dengan Salwa, tapi ya itulah masih butuh latihan mungkin. Bahkan saya ingat dia dulu pernah latihan menulis mengikuti tulisan saya A-Z tapi dia menulisnya seperti cermin, jadi arahnya banyak yang terbalik.. hehe..

Di tempat kami tinggal sekarang,  anak-anak memang belum diajarkan menulis saat masih di kindergarten, justru kelas 1 itu benar-benar mereka baru belajar menulis mengenal angka dan huruf. Jadi dalam 4 bulan ini sejak Syahma berada kelas 1, dia baru belajar menulis angka 0-9 dan mengenal beberapa huruf.. Nah karena baru inilah, setelah saya perhatikan Syahma masih saja tertukar menulis angka 7 arahnya terbalik misalnya, atau angka 8 yang ia tulis mulai dari bawah.

P1140473

salah satu catatan kecil yang diberi guru Syahma untuk menulis angka 8

Saya pun mengajak Syahma untuk menulis angka 6, 7 dan 8 nya sesuai dengan yang diajarkan gurunya, sambil mengulang apa yang dipelajarinya di sekolah tentang angka. Alhamdulillah dia masih mau dikoreksi untuk menulis yang benar, hanya butuh kesabaran saja dan terus diingatkan. Dsini saya masih memudahkan dia untuk mengikuti arahan menulis angka, dengan mengikuti garis-garis putus untuk angka.

Sesekali saya pun mengajak dia berhitung sambil bercerita. “Tadi mama beli Jeruk loh, Sa’uda sama Zubair sudah makan 3 jeruk. Sebelumnya mama hitung satu kantung jeruk isinya ada 10. Jadi sekarang tinggal berapa ya?” Alhamdulillah dia mulai bisa menjawab benar, “Sisa 7, ma”.

Tadi siang saat saya ingin menemui Salwa dan papanya di rumah sakit, selama perjalanan di bis, saya mengajak Sa’uda yang senang melihat jalanan. Saya pun ajak dia menyebutkan warna apa mobil yang sedang berhenti atau yang kita lihat bersama. Entah kenapa dia lebih kenal dan menyebut warnanya pakai bahasa Inggris, dibanding Indonesia. Hmm, masih ada pe er tambahan nih. Masih juga senang menghitung pesawat ada berapa yang di langit. Atau juga saya mengenalkan konsep atas bawah saat kami sedang berada di atas gedung, atau sedang melintasi jembatan yang di bawahnya ada mobil lewat. Jadi dia tahu kalau ada mobil di bawahnya, berarti dia sedang di atas.

Masih banyak pe er untuk menjalankan tantangan kali ini dengan adanya ujian kesabaran yang lain. Semoga Allah berikan kami ilmu dan petunjuk Nya sebagai orangtua dalam mendampingi anak-anak belajar ilmu kehidupan.

Semangat yah Moms.. (Fighting!)

Aachen, 28 November 2017

#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs