Marhaban yaa Ramadhan

Apa kabarnya?

Lama sudah jari tak menari diatas keyboard ..menggoreskan kisah di blog yang sudah berdebuan.. hehe.. kemampuan mengatur waktu yang semakin tertantang dengan keempat buah hati memang sangat teruji.. tak jarang lebih suka mensharing lewat media sosial yang menawarkan aplikasi status update atau sekedar berbagi kisah singkat lewat Instagram..

Menjelang hari ke lima Ramadhan ini saya ingin berbagi sekilas rasanya mengajarkan anak saya yang pertama mengenalkan berpuasa, yang waktunya masih panjang, karena masih di musim panas. Ramadhan tahun ini, kali kelima kami merasakan berpuasa di musim panas di negeri yang jauh dari keluarga besar.. Tantangannya masih sama, yaitu membagi waktu untuk beribadah harian, berpuasa sekaligus istirahat juga aktivitas rutin..

Tahun sebelumnya kami sudah menantang anak pertama untuk ikut puasa, walau sahur masih agak telat, tapi dia sudah ada kemauan dan ada kemampuan menahan lapar selama kurang lebih 17jam.. Lama juga yah, kalau diingat saya malah di usianya masih suka minta setengah hari.. hehe.. Alhamdulillah, rupanya kemampuan dia untuk berpuasa selama 17 jam itu membekas di dirinya hingga saat ini, walaupun hanya beberapa kali puasanya, belum sebulan penuh… Jadi begitu menjelang Ramadhan kali ini, kami sudah mewanti-wanti agar dia mulai mempersiapkan dirinya. Karena tahun ini, berpuasa di Jerman, terutama di kota kami, waktunya masih lama yaitu sekitar 18 jam.. Makin mendekati hari raya, makin lama puasanya sekitar 40 menitan.. Dimulai sahur sekitar pukul 03. 23 berbuka pukul 21.34.. Kami mengikuti jadwal waktu berpuasa berdasarkan masjid Bilal (Islamic Center Aachen).

Hari pertama puasa, yang jatuh di akhir pekan menguntungkan bagi kami untuk mengenalkan anak-anak berpuasa. Dimulai dari membangunkan sahur yang luar biasa susah dan juga butuh kesabaran.. Alhamdulillah berjalan baik, anak pertama lulus puasa sampai maghrib, di luar dugaan kami.. Hanya  anak kedua kami yang ternyata belum berhasil.. Namanya juga masih belajar yah..

Hari kedua, sedikit ada penurunan. Mungkin karena agak sedikit kaget, jadi sahurnya agak telat.. Tapi berbuka mengikuti waktu yang sama dengan kami orang tuanya. Alhamdulillah.. Sayangnya di hari ketiga dan keempat ini, ada acara kelasnya yang menginap di luar. Jadi sulit bagi kami untuk tetap mengusahakan dia berpuasa.. Akhirnya kami sepakat agar dia boleh untuk tidak berpuasa selama dua hari ..

Bagaimana hari-hari berikutnya? Nah ini masih jadi tugas kami selaku orangtuanya untuk berkomitmen mengenalkan puasa ke anak-anak kami.. Tanpa maksud memaksa, dan terus mencoba mengenalkan maksud berpuasa, serta mengenalkan ada ibadah wajib yang perlu dijalankan selain shalat..Kami pun mencoba menawarkan keringanan selama bersekolah dia boleh berbuka beberapa jam, dan ketika dirumah, mencoba ikut berpuasa dengan kami.. Sisanya, dia boleh tidur menjelang Ashar (sekitar pukul 16.30-18.30) agar saat berbuka tidak mengantuk.. untuk Shalat tarawih pun masih belum sanggup..  Semuanya baru berproses belajar yah.. Semoga ikhtiar kami sebagai orang tua mampu membuahkan hasil bagi anak kami untuk mampu berpuasa dengan baik, menjalankan ibadah sebagai bentuk ketaatannya kepada Allah.

Disebutkan dalam riwayat dari Zubair bin Awam bahwa beliau memerintahkan anaknya untuk berpuasa jika mereka sudah mampu, dan beliau memerintahkan anaknya untuk shalat jika sudah tamyiz (bisa dinasihati).

(Riwayat Ibnu Abid Dunya dalam Al-Iyal, 1:47)

Read more https://konsultasisyariah.com/6547-puasa-anak-kecil.html

Bagaimana caranya supaya tetap bisa kuat menahan lapar, di tengah teriknya panas beberapa hari ini? Jujur kami hanya bisa memohon kepada Allah, sembari ikhtiar membuat air nabiz/air rendaman kurma diminum saat sahur, dan mengurangi kegiatan di luar rumah.. Walaupun sulit, terutama suami.. Tapi inilah ujian kami di negeri rantau, di negara minoritas yang sedang kebagian musim panas, masih bersyukur atas diberikan kesempatan beribadah puasa di Ramadhan tahun ini.. Membagi waktu saat berbuka sampai menjelang sahur itulah yang terkadang sulit.. Makan, Shalat tarawih kemudian siap-siap sahur lagi, sungguh dibutuhkan kekuatan dari Allah supaya bisa mengerjakan semuanya dengan baik.. Mencoba banyak minum dan tetap menambah suplemen/vitamin. Yang jelas, waktu tidurlah yang harus berkualitas. Karena pengalaman kami, rasa kantuk lebih sering mengganggu dan makan pun tak boleh banyak-banyak. Beda orang beda kasus yah.. Saya dan suami aja berbeda kasusnya, hehe.. 

Harapan saya, semoga Ramadhan kali ini ibadah kita semua diterima Allah, dibantu Allah untuk memperbaiki segala ibadah kita, diberikan kesehatan dan kekuatan iman dalam menjalankan segala ujian.. Aamiin..

Sekian dulu yah, sekilas ceritanya.. moga ada manfaatnya..

Selamat Berpuasa ..

Iklan

2 thoughts on “Marhaban yaa Ramadhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s