Berpuasa bagi anak-anak itu…

Bagaimana rasanya saat berpuasa? Anak kedua kami pun menjawab ” lapar, ma..” hehe.. Ini bisa jadi karena kamu kurang siap dalam sahurnya nak.. Mendengar keluhan anak kedua kami pun tak jarang membuka memori saya pribadi saat seusianya berlatih puasa. Menahan lapar, haus dan godaan makanan kesukaan membuat kadang ingin sekali berbuka secepatnya. Tantangan ini yang terus kami semangati kepada kedua putri kami yang masih berlatih puasa. Ditengah suasana berpuasa dirumah, terkadang masih saja tergoda saat adik kecil yang sedang mengemil snack kesukaan. hehe, padahal si kecil sudah dibilangin juga kakaknya sedang berpuasa, tapi toh kakaknya masih suka tergoda juga.

Melatih puasa anak-anak tidak kami paksakan, seperti postingan saya sebelumnya, saya pun menjelaskan lagi ke anak-anak bahwa puasa ini adalah latihan kita untuk menahan. Menahan amarah, lapar dan haus. Dan paling kami tekankan bahwa puasa ini bukan perintah kami, tapi perintah Allah. Bagi putri sulung kami mungkin sudah mulai terbiasa untuk berpuasa, hanya saja kadang masih suka belum mau istirahat untuk mengalihkan pikirannya, menghitung berapa lama lagi berbuka. Karena hal ini pun juga bisa jadi penghalang dia untuk bisa shalat Maghrib dan Isya. Hal inipun kami sering katakan supaya putri kami mau menuruti saran kami. Dan jika misalnya dia tidak mau pun, kami akan katakan bahwa ia yang akan merasakan nantinya, bedanya jika ia istirahat atau tidak. Karena putri kami ini sudah usia 8 tahun, jadi pola pikirnya pun sudah mulai bisa diajak memikirkan sebab akibatnya dari suatu peristiwa.

Bagi anak kedua kami, puasa ini masih terbilang sulit untuknya, tapi terus kami semangati bahwa dia bisa berpuasa. Asalkan persiapannya cukup, maka dia bisa menahan lapar. Walaupun akhirnya kami tawarkan jika sangat tak tertahankan, mereka boleh berbuka, setengah hari untuk berpuasa dan nanti saat winter tiba dicoba bersama lagi latihan puasa, seperti membayar qadha puasa. Kenapa saat winter? Karena winter itu waktu puasanya lebih pendek, dan memungkinkan untuk berpuasa lebih sering, insyaa Allah.. Tawaran ini pun diterima mereka dengan memastikan apakah mereka paham maksud kami mengajak mereka berlatih puasa.

img_3021

Puzzle yang paling senang putri ketiga kami mainkan karena sudah bisa bongkar pasang sendiri.

img_3017

puzzle yang belum untuk usianya, yang akhirnya mamanya diminta untuk membantunya menyelesaikannya. hehe

Lain halnya dengan putri ketiga kami, yang sedang senang memainkan puzzle.. Berbagai macam puzzle senang ia coba, yang untuk usianya yah. Walau kadang suka juga mengambil puzzle yang sulit, yang akhirnya memaksa mama atau papanya untuk membantunya menyelesaikan puzzle tersebut. Kami selalu ajak dia untuk bersama main, dan selalu bilang dia bisa menyelesaikannya sendiri. Hal ini membuat dia sering memberi tepuk tangan sendiri atau sekedar bilang bravo ke dirinya sendiri jika dia bisa mengerjakan sesuatu.

Di hari keempat ini saya masih memprioritaskan poin Mengendalikan emosi, Intonasi dan suara ramah, Mengatakan yang diinginkan dan juga Bisa! Keempat poin ini, masih terus saya latih ke empat putra putri saya. Putra kami yang masih usia 8 bulan pun ternyata beberapa hari ini mulai memperlihatkan keinginan apa saja yang kakaknya mainkan atau makan. Tak jarang putri ketiga kami dengan perhatiannya memberikan mainan puzzlenya saat dia sedang main puzzle juga. Hal ini sering kami apresiasikan juga, jika apa yang ia lakukan baik. Jika ternyata ada sesuatu yang belum boleh ia mainkan bersama adiknya, maka kami pun memberikan arahan apa yang tidak boleh dan menggantinya dengan yang sudah boleh ia mainkan. Walau kadang masih jadi pe er banget untuk saya dalam hal mengawasi atau mendampingi mereka setiap saat, di tengah tugas rutinitas rumahan saya lainnya.

Kurang lebih ini yang bisa saya share di hari ke empat tantangan di kelas bunsay. Moga ada manfaatnya yah.

Aachen, 5 Juni 2017

#level1
#day4
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s