Jika gagal, coba lagi..

” Mama.. Mama..” panggil putri ketiga kami, saat saya sedang membaca Al qur’an atau saat sedang keasyikan membaca pesan whatssapp. Tak cukup hanya mengangguk atau melihat ke arahnya sejenak, tapi yang ia minta saya menatapnya sambil mendengarkan apa yang ia temukan atau ingin katakan.. Baru kali ini dia memanggil saya dengan caranya seperti itu. Saat saya menutup apa yang saya baca dan menatapnya dia pun baru menyampaikan apa yang ingin ia katakan. Walau belum lancar berbicara, tapi ia sangat antusias untuk menyampaikan sesuatu. Dan saya pun menyampaikan maaf karena tak langsung meresponnya.

Ternyata tak putri ketiga saya saja, tapi putri sulung dan kedua saya pun entah kenapa hari ini ingin meminta perhatian dan didengar. Jadi saat yang satu berbicara, yang lain ikut berbicara.. hmm, mamanya tiba-tiba pusing mendadak. hehe. Saya pun memberi kode ke putri kedua saya saat kakaknya sudah bicara lebih dulu, agar ia menunggu saat kakaknya selesai. Begitu keduanya selesai menyampaikan ceritanya masing-masing, saya pun menyampaikan ke keduanya, “kalau ingin bercerita satu-satu ya.. Mama kan ngga bisa mendengar cerita kalian sekaligus. Maaf ya yang lebih dulu bercerita itu yang sudah lebih dulu siap bercerita. Yang telat, harap sabar dan tunggu lah sampai yang satu lagi selesai. OK?”. Saya pun mengerti kenapa keduanya tiba-tiba seperti ini, karena suami saya sedang menginap di luar kota untuk semalam, jadi sayalah satu-satunya tempat penampung cerita mereka hari ini.

Belum sampai situ saja, saat mereka bermain pun, tak jarang ada saja yang tiba-tiba menangis, sedikit-sedikit mengadu tentang salah satu saudarinya yang mengganggu, dan yang lainnya. Biasanya saat saya sedang di dapur, suami saya yang akan menemani mereka, nah saat suami saya tak ada, ternyata saya cukup kewalahan juga. Saya ajak semuanya ke dapur, sambil saya ajak melihat bagaimana proses makanan yang akan saya siapkan untuk mereka. Tidak perlu ribet, mereka hanya meminta reibekuchen (seperti bakwan kentang) untuk malam ini. Hanya saja mngupas kentang yang lumayan menyita waktu. hehe..  Saat saya mengupas kentang, putri ketiga saya yang ikut memberikan kentangnya, putri  pertama dan kedua yang membantu saya menjaga si kecil.Dan akhirnya pun situasi mulai terkendali..

Hari ini, ada beberapa poin yang membuat saya merasa kalah dan bersalah. Anak pertama saya mulai meninggi lagi suaranya, anak kedua saya mulai tidak mau mendengarkan lagi nasehat kakaknya sehingga buat kakak nya marah, anak ketiga saya mulai mengganggu adiknya tidur lagi.. hmm.. Saya pun membatin sendiri dan beristighfar.. Mudah-mudahan kekalahan hari ini yang saya alami, dikarenakan kondisi saya yang sedang tidak fit ditambah suami saya yang tidak ada dirumah saat ini. Jadi kericuhan yang terjadi cukup membuat emosi saya cenderung menaik dan tidak stabil. Saya pun masih belajar mengontrol diri saya.

Inilah yang mungkin dibilang proses yah, terkadang ada yang berhasil dan terkadang bisa jadi gagal. Bagi saya, baiknya kita perlu tahu dulu dimana kesalahannya.. Kalaupun belum tahu, yah saya mulai mendamaikan diri saya dulu untuk mengintropeksi keslahan saya hari ini.. Maafin mama yah nak, yang jika hari ini mama belum bisa sepenuhnya mendengarkan cerita kalian..

” Ketika gagal, bukan berarti kita kalah” -Anonim-

Sekian dulu curhatan saya hari ini, hehe.. Moga ada manfaatnya.

Aachen, 7 Juni 2017

#level1
#day5
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

 

 

Iklan

2 thoughts on “Jika gagal, coba lagi..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s