Psst.. ayuk lagi sakit ..

Hari kedua di pekan sekolah, qadarullah anak sulung kami sedang kurang sehat. Malam saat menjelang sahur terbangun dan batuk-batuk. Paginya pun mulai sakit kepala dan tidak enak saat menelan. Yah ayuk (panggilan kakak perempuan di keluarga kami) lagi kurang sehat.

Ketika adik-adiknya mulai bangun, dan sedikit bingung kenapa ayuknya masih tertidur, kami pun menjelaskan bahwa ayuknya kurang sehat. Jadi butuh istirahat dan tidak bisa sekolah dulu. Nah untuk yang putri ketiga kami yang masih 3 tahun ini kami timbulkan rasa empatinya dengan cara tidak berisik di kamar ayuknya saat mengambil mainan, dan membiarkan ayuknya istirahat dulu. Maklum, putri ketiga ini kalau sudah tahu ada kakaknya di rumah selalu ingin diajak main bareng soalnya.

Saat ada yang terkena sakit, biasanya kami memberitahukan ke tiap anggota keluarga untuk lebih perhatian ke yang sakit. Jadi saat ayuk sakit, berarti ada beberapa konsekuensi yang anak-anak lain tahu. Seperti ayuknya dibolehkan untuk tidak berpuasa dulu, harus tidur siang, tidak makan chips, dan sebagainya. Jadi kalau ada yang tahu ayuknya makan chips harus melapor ke mama atau papanya. hehe..

Saat suatu malam, pernah ada kejadian saya sedang kurang sehat. Kemudian putri ketiga kami ini memberikan empatinya ke saya, sambil mengelus rambut saya, “kiss mama”.. melow deh mamanya kalau dibeginiin.. hehe.. Tapi memang tiap anak akan beda-beda yah cara berempatinya. Dari apa yang saya perhatikan kalau anak pertama kami lebih ke apa yang bisa ia bantu jika ada yang sakit, anak kedua lebih ke memperhatikan bagian yang mana yang sakit, dan anak ketiga mulai terlihat ke sentuhan fisik yang seperti apa biasanya ia lihat, jadi ia menirunya.

Menunjukkan empati merupakan salah satu poin dalam komunikasi produktif pada anak di kelas bunda sayang. Melalui tantangan ini pun saya jadi teringat pentingya menimbulkan rasa empati ke anak-anak. Terutama saat salah satu dari anggota keluarga kami sedang sedih ataupun sedang sakit.

Ketika anak-anak mulai peka akan apa yang terjadi di sekitarnya, misalnya ada anak kecil atau temannya di sekitarnya sedang sedih atau pun sedang kesakitan karena jatuh, kami pun mulai mengajarkan anak-anak untuk membantu anak/temannya tersebut sesuai dengan apa yang mereka bisa bantu. Atau pernah juga saat di sekolah ayuk nya ada pengungsi dari Suriah misalnya, kami mengajarkan berempati ke anak-anak, dan menggambarkan pula bagaimana rasanya harus berpindah ke negara lain di saat di negara sendiri, rumahnya sudah hancur dan banyak kekacauan yang terjadi. Yah walaupun mereka masih meraba-raba seperti apa jelasnya, tapi paling tidak putri sulung kami yang sudah mulai paham karena dibantu dengan salah satu video dokumentasi tentang keluarga pengungsi berbahasa Jerman yang pernah ia tonton di Youtube.

Tantangan ini pun masih berlanjut seterusnya dan memang butuh arahan dari kami sebagai orang tua. Apalagi dalam lingkungan yang berlatar belakang beda budaya, terkadang cara berempati pun berbeda. Tapi paling tidak patokan kami adalah dengan mengajarkan berempati yang sesuai dengan agama kami, yaitu Islam. Menunjukkan kasih sayang sesama anggota keluarga itu lebih utama, walau sering berantem atau berebutan mainan, tapi harus ingat bahwa kita satu keluarga yang harus saling menyanyangi.. Butuh latihan dan tentunya belajar ilmunya terus pastinya..

Harapan kami dengan terus melatih berempati inipun anak-anak nantinya dapat menjadikan anak-anak dapat bertindak yang sesuai dengan situasi kondisi tertentu dengan baik. Sehingga orang lainpun dapat merasakannya.

Aachen, 12 Juni 2017

#level1
#day8
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s