Tantangan belum usai

Di hari ke 10  mencoba melatih diri berkomunikasi yang baik dengan anak-anak, ternyata membuahkan hasil. Paling tidak saya mulai melihat ada perubahan walau masih kecil dari tiap anak-anak kami. Misalnya saja anak saya yang ketiga sudah mulai ijin ketika ingin meminjam sesuatu, tidak berteriak-teriak lagi, dan saya harap akan ada lagi perkembangannya. Sedangkan anak kedua kami, saya melihatnya masih butuh diperhatikan terus bagaimana ia ingin menyampaikan sesuatu dengan bahasa Indonesia nya. Sudah mulai terlatih walau susunan kata-kata tetap saja masih terbalik-balik. Putri pertama kami sudah mulai mengerti kenapa dia tidak boleh teriak-teriak, dan paham jika saya meminta tolong sesuatu maka ia segera membantu saya.  Belum terlalu banyak perubahan tapi paling tidak ini sudah bisa menjadi landasan saya untuk terus mengenal bagaimana harus berkomunikasi dengan anak-anak saya. Bahkan untuk si kecil yang masih 9 bulan, saya mulai mengenalkan juga untuk semangat latihan merangkak, mensupport dengan kata-kata positif, dan sebagainya.

Ada poin yang masih belum saya latih dalam tantangan di Komunikasi Produktif ini yaitu Fokus pada Masa Depan, Refleksi Pengalaman dan Observasi. Walaupun dari postingan sebelumnya saya sedikit mulai menjelaskan bagaimana mengobservasi kenapa anak berperilaku atau berbuat sesuatu, tapi saya belum menekankan ke anak-anak. Bagaimana anak-anak dapat juga melihat sekelilingnya untuk mengobservasi atas sesuatu.


“Ma, aku kayaknya mau jadi guru deh” ujar anak pertama kami, “tapi belum tahu sih ma, nantinya berubah apa ngga” tambahnya. Akhirnya keluar juga nih perkataan ayuk ingin jadi apa. Saat itu saya meresponnya mau jadi guru apa? dia pun masih menggelengkan keala tanda belum tahu. saya hanya menekankan bahwa apapun yang nanti dia kerjakan, harus sesuai dengan apa yang ia inginkan, ia suka, dan bermanfaat juga sesuai dengan ajaran agama. Saya akhiri perbincangan saya saat itu dengan bilang ke putri kami,” kan mbah ibu sama papa juga guru, walau yang satu di sekolah dasar satu lagi di perguruan tinggi.” hehe..


Perilaku yang saya rasa masih sering berubah-ubah yaitu anak kedua kami. Mungkin karena ia sedang masa transisi ingin ke sekolah dasar dari taman kanak-kanak, jadi saya merasa egonya sedang meninggi. Sulit diajak kerjasama salah satunya. Hari ini ia juga sering merasa bosan di rumah, karena ia belum tahu apa yang bisa ia lakukan. Walaupun sering diarahkan, tapi ada saja alasannya. inilah tantangan kami, menjadikan dia sosk yang tidak mudah bosan dan mulai percaya diri atas apa yang ia kerjakan.


Selama di rantau ini, saya merasakan nikmatnya berkomunikasi dengan suami. Karena saya hanya punya teman cerita yah suami ku ini. hehe. Jadi apa saja biasanya akan saya ceritakan terlebih tentang apa yang terjadi dengan anak-anak, sampai hal apa yang saya minta bantuannya untuk mengkomunikasikan ke anak-anak. Supaya tidak terjadi perselisihan pendapat antara kami tentunya, saat bertindak sebagai orang tua di depan anak-anak. Walau kadang suka naik turun, tapi itulah yah namanya pasangan, ngga ada yang beda malah ngga asyik, hehe..

Tapi untuk masalah anak-anak saya sebisa mungkin berkonsultasi dengan suami, apa saja yang baiknya kami lakukan jika sedang menemui suatu kondisi dengan anak-anak.

Rasanya tantangan ini ngga akan usai, karena kamipun masih belajar. 10 hari belum terasa cukup untuk memastikan apakah sudah produktif komunikasi antara saya dengan anak-anak ataupun ke suami, Tapi dengan melalui tahapan ini, saya merasakan ada kesadaran dalam diri saya bahwa banyak yang perlu saya benahi dan belajar lagi, terutama jika menemui situasi-situasi yang sulit yang belum pernah saya hadapi. Menjelang 10 tahun pernikahan kami, saya pun merasakan perbedaan antara saya dan suami itu bukan lagi menjadi sebuah dinding yang tidak bisa dilewati, tapi saya sedang membuat pintu agar dinding itu mudah dilewati.

Moga bermanfaat ya..

Aachen, 17 Juni 2017

#level1

#day10

#tantangan10 hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s